Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2008

tofi

TOFI Raih Lima Medali dari Iran

25 July 2007

Usai berkompetisi pada IPhO (International Physics Olympiad) ke-38 di Isfahan, Teheran, Ira,. Senin (23/07), TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) tiba di pukul 13.40 WIB di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kedatangan tim Indonesia disambut oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dr. Sungkowo, keluarga, dan beberapa wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta. TOFI berhasil memboyong satu medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.

Kedatangan TOFI disambut meriah, diawali pengalungan bunga oleh Dr. Sungkowo kepada masing-masing siswa, leader dan observer. Usai penyambutan, dilanjutkan dengan jumpa pers. Dalam acara tersebut, Prof. Yohanes Surya, Ph.D selaku leader tim memaparkan hasil yang dicapai oleh TOFI pada IPhO ke-38 di Iran. Yohanes menyampaikan, perolehan nilai tim Indonesia tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Namun tahun ini persaingan kian ketat. Terlihat dari persiapan tim-tim lain yang semakin membaik, sehingga batas bawah nilai untuk medali emas terus meningkat. Jika tahun lalu di Singapura, untuk memperoleh emas cukup mencapai nilai 37. Sedangkan pada IPhO kali ini, untuk meraih emas harus mencapai nilai 44 dan 38 untuk perak. Jumlah peraih medali emas ditentukan maksimal enam prosen dari keseluruhan peserta Olimpiade, sebelum dilakukan moderasi.

Ketatnya persaingan juga terlihat dari pendistribusian jumlah medali. Terbukti dari 37 medali emas yang diperebutkan oleh 327 peserta dari 73 negara, terdistribusi ke 22 negara. Absolute Winner kali ini diraih oleh Youngjoon Choi dari Republik Korea dengan nilai 48,8. Korea sendiri meraih dua medali emas. Peraih emas terbanyak adalah Cina dengan empat emas, disusul oleh Rusia dengan tiga emas. Jepang yang baru pertama kali mengirimkan siswanya ke IPhO telah berhasil menyabet dua medali emas diikuti oleh tim dari Singapore dan Vietnam. Indonesia, Taiwan, dan Hongaria tahun ini harus puas dengan satu medali emas.

Meskipun demikian, menurut Yohanes kembali, sampai saat ini Indonesia masih tetap diperhitungkan sebagai salah satu jagoan fisika. “Kita tentu saja boleh berbangga hati dengan prestasi para siswa kita yang telah berjuang keras. Apapun prestasi yang diraih, TOFI telah membuktikan eksistensinya yang patut diperhitungkan oleh dunia internasional.” Ujarnya.

Medali emas untuk Indonesia berhasil direbut oleh Muhammad Firmansyah Kasim (SMA Athirah Makasar) dengan nilai 45,7. Tiga medali perak diraih oleh Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo I Medan), Musawwadah Mukhtar (SMAN 78 DKI Jakarta), dan Yosua Michael (SMAN 3 Yogyakarta). Sedangkan satu perunggu diraih oleh David Halim (SMA Xaverius Bandar Lampung). Dengan pencapaian nilai 45,7, Muhammad Firmansyah Kasim berada pada peringkat 16 besar.

Dengan demikian, sejak awal mengikuti IPhO tahun 1993 sampai dengan IPhO ke-38 ini, perolehan TOFI telah mencapai 13 emas, 12 perak, 23 perunggu, dan 15 Honorable Mention.

Negara-negara peserta IPhO 38 Iran adalah :

Armenia, Austria, Azerbaijan, Belarus, Belgium, Bosnia Herzegovina, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, China, Colombia, Croatia, Cuba, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finlandia, Georgia, Germany, Ghana, Great Britain, Greece, Hongkong, Hungary, Iceland, India, Indonesia, Iran, Ireland, Italy, Japan, Kazakhstan, Korea Republik, Kyrgyzstan, Latvia, Lithuania, Malaysia, Mexico, Moldova, Mongolia, Montenegro, Nepal, Netherlands, Nigeria, Norway, Pakistan, Perancis, Polandia, Romania, Russia, Saudi Arabia, Serbia, Singapore, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Suriname, Sweden, Switzerland, Taiwan (Chinese Taipei), Tajikistan, Thailand, Turkey, Turkmenistan, Ukraina, USA dan Vietnam.

Sedangkan empat negara yaitu Afghanistan, Kuwait, Liechtenstein dan Macedonia hanya berpartisipasi sebagai observer (tidak mengirimkan siswanya).

Iklan

Read Full Post »

wu zun(imah’s idol)

Read Full Post »